Selasa, 02 Desember 2014

Aceh dalam Harapanku

mungkin jika mendengar aceh dulu adalah sebagai sebuah bangsa besar.yang mampu bersaing dan menjadi salah satu dari 5 kerajaan islam terbesar di dunia pada abad 16. aceh dulu menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakatnya yang hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran serta keimanan yang kuat. terlebih aceh dulu juga mempunyai kekuatan besar yang dilahirkan dari makna persatuan dan kesatuan yang sesungguhnya. kekuatan yang dibangun dengan jiwa dan roh persaudaraan yang kuat sehingga saling mendukung laksana lidi yang disatukan dalam jumlah banyak untuk bisa menyapu setiap sampah yang mengotori bumi.
seiring berjalannya waktu, lidi yang pernah disatukan mulai lapuk dimakan usia serta mulai patah dan rusak dan mulai tidak bisa dimaksimalkan seutuhnya sehingga menyisakan sampah sampah lama.
Aceh punya nama besar, namun kenapa kini aceh seperti hilang identitas? aceh kini memang berada di bawah naungan NKRI, tapi bukan merarti aceh terus menggunakan lidi yang sudah rapuh itu. setidaknya kini aceh memiliki banyak batang kelapa yang bisa di ambil lidinya. aceh memiliki putra-putri daerah yang memiliki wewenang besar di negeri ini, serta memiliki tokoh-tokoh yang berpengaruh di berbagai penjuru bumi ini. sudah saatnya aceh kembali menyatukan lidi-lidi baru untuk bisa menggantikan lidi-lidi yang sudah rapuh. karena persatuan sebenarnya modal utama untuk membangun negeri ini kembali. perpecahan bukanlah sebuah jawaban untuk membangun negeri ini. Aceh kini butuh persatuan dari berbagai kalangan. terutama pihah2 yang para elit bangsa untuk saling merapatkan shaf kembali untuk bisa membangun aceh secara berjamaah. namun jikalau perbedaan yang ada susah untuk disatukan lagi, setidakknya perbedaan itu harus benar2 menjadi rahmat bukan menjadi perpecahan yang ada habis2nya. sudah saatnya aceh kembali jaya. bukankan darah yang pernah mengalir diaceh sudah cukup untuk membasahi aceh. setidaknya hujan yang turun selama ini sudah  menghapus banyak bekas2 darah yang pernah mengalir di aceh. 
hilangkan dendam, hapus semua kedengkian dan buruk sangka terhadap sesama yang selama ini menyelimuti negeri ini. bangun kepercayaan dan gunakan kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. sudah cukup aceh di tipu. sudah cukup aceh dikhianati. sudah cukup aceh di pandang sebelah mata. saatnya mengeratkan genggaman untuk membangun aceh untuk hari esok. untuk generasi yang akan datang. untuk anak dan cucu serta cicit kita kelak. biarkan kita yang berkorban untuk aceh di hari yang akan datang.  untuk aceh yang akan berjaya kembali seperti dahulu kala. aceh negeriku..aceh punya nama..aceh pernah jaya...aceh punya sejarah panjang..dan aceh juga akan kembali jaya di hari esok...semoga..Amin...

Rabu, 05 November 2014

perjuangan itu ada hasilnya looohhh...!!!! Part 1

Perjuangan itu bukanlah hal yang mudah, namun perjuangan itu bisa menghasilkan sebuah kekaguman dan inspirasi dari orang lain. Itulah yang dirasakan oleh seorang pemuda yang berasal dari wilayah pesisir pantai ini. dia hanya seorang anak nelayan yang hidupnya pas-pasan, namun terkadang serba kekurangan. tapi dia punya cita-cita yang besar dan mulia. dia memang anak seorang nelayan, tapi dia bercita-cita untuk menjadi anggota dewan untuk memberi perubahan dan kemajuan dalam negerinya sendiri. dia bernama Mustafa tapi orang sering memanggilnya dengan panggilan Mus. Orang tuannya menganggap cita-citanya itu hanyalah sebuah cerita dongeng yang tidak akan bisa terwujud. tapi sikap pesimis kedua orang tuanya itu dibalas oleh dia dengan sikap yang optimis yang besar. dia bukan hanya memiliki sikap yang optimis dengan cita-citanya itu saja, tapi dia juga menunjukkan dengan usaha dan juga ilmu yang dia pelajari. dia mulai bersekolah di kampungnya walaupun di sekolah yang serba kekurangan. di sekolahnya  hanya ada tiga ruang belajar.di pagi hari sekolah itu khusus belajar dari kelas 1 sampai kelas 3 sedangkan untuk murid kelas 4 sampai 6 mereka belajar pada siang hari. kondisi yang demikian tidak menyurutkan langkah mus untuk mengejar cita-citanya itu. dia memiliki prinsip untuk terus mengejar cita-cita dengan semangat, tanpa putus asa, tanpa henti serta berserah diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. seiring berjalannya waktu, dia terus berkembang menjadi pemuda yang mempunyai kemampuan yang cerdas dan pengetahuan yang luas sehingga dia dianggap orang yang mampu memberikan perubahan di negerinya. setelah menamatkan sekolah Menengah Atas ( SMA ) di kecamatan dia tinggal yang menjadi satu-satunya sekolah yang di unggulkan di daerah dia tinggal. mus terus tumbuh menjadi pemuda harapan masyarakatnya. dia  melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di provinsi dia tinggal. awalnnya dia mendapat rintangan dari keluargannya. karena orang tuannya tidak menginginkan mus untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinngi. alasan orang tuannya hanya satu, yaitu tidak ada biaya untuk pendidikan mus di perguruan tinngi. suatu hari bapak mus berkata kepada mus. " Mus, untuk apa kamu sekolah tinggi kali, kita orang susah nak, untuk makan saja kita serba terbatas, mau dapat biaya dari mana kamu kuliah nanti?" kata bapaknya dengan suara yang sangat lembut. " tenang pak, mus tau kita orang susah, tapi mus punya cita-cita pak, mus ingin ada orang kita yang duduk di parlemen pak,, mus ingin orang kita di hargai oleh orang lain. bukan berarti orang susah macam kita semua dianggap orang bodoh. mus ingin buktikan itu pak, bahwa orang kita bukan orang bodoh. untuk biaya kuliah bapak tenang saja, Allah punya berbagai cara utnuk hamba-Nya seperti kita ini. dengan usaha dan doa, pasti ada jalan". jawab mud kepada bapakknya dengan suara yang tegas tapi tetap sopan. ayah mus hanya manggut-manggut saja karena ayah mus menyerahkan semuanya kepada mus, hanya doa yang bapak bisa berikan kepada mus.

seiring berjalannya waktu, mus pun terus tumbuh sebagai pemuda yang terus berkembang baik dalam wawasan maupun dalan kegiatan yang dia lakukan. awalnya dia mendapat kesulitan yang sangat besar dalam perkuliahannya. dia belum tau bagaimana perkembangan teknologi yang ada. bahkan untuk handpone pun dia belum ada. namun karena kecakapan ilmu dan juga pergaulan yang sangat luas dia bisa menghadapi semua ini. dia bukanlah orang yang pilih -pilih dalam berteman. semua orang yang ingin berteman dengan dia semua di terima, sehingga dia mendapatkan banyak teman bergaul baik dalam kalangan atas maupun kalangan bawah. tapi dia lebih akrab dengan teman - teman dari kalangan ekonomi dari menegah ke bawah karena dia menganggap bahwa dia dari kalangan bawah.

pada tahun pertama dan kedua mus menjalani kuliannya dengan lancar walaupun ada kendala dan rintangan yang tidak berarti. namun memasuki akhir dari kuliahnya dia mendapat tantangan yang besar. dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya harus berpisah untuk selamanya di dunia ini. pukulan berat itu harus di terima. kesedihan mendalam karena dia ingin membanggakan ayahnay dan menunjukkan bahwa mereka dari yakyat kecil bisa untuk memakai baju toga. kini dia harus berfikir ektra karena kebutuhan keluarga juga harus bisa dia penuhi terutama kebutuhan pendidikan untuk kedua adiknya. aawalnya mus ingin menyerah disitu saja namun sebelum ayahnya meninggal, beliau pernah berpesan kepada mus." nak, jika engkau benar-benar ingin menggapai cita-cita dan harapan yang mulia, maka jangan pernah engkau mundur selangkahlah pun kebelakang, karena jika engkau mundur, maka engkau akan terjatuh dan susah untuk bangun kembali, namun jika engkau terus maju kedepan, sesakit apapun engkau jatuh, kamu akan tetap mampu untuk bangun kembali walaupun berat". hanya karena pesan itulah mus bangkit untuk terus mengejar cita-citanya.

setelah melewati masa-masa sulit itu, dia mendapat hikmah dengan segala kemudahan yang didapatkannya. mus mendapatkan beasiswa dari kampus dan dari pemerintah untuk bisa menyelesaian tugas akhirnya. tidak berselang lama, mus bisa memakai baju toga kebanggaan setiap mahasiswa. namun sebelum di berangkat kekampus untuk prosen wisuda di kampus, dia menyempatkan diri ke makam ayahnya untuk membaca yasin dan berdoa. di makam ayahnya, mus hanya berkata" ayah, hari ini aku bisa memakai baju toga, walaupun engkau tidak bisa hadir, aku bisa merasakan engkau juga menikmati kebahagiaan ini". mus pun pulang kerumahnya dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.

namun sesampai di tempat wisuda, tanpa di ketahui bahwa mus mendapat predikat mahasiswa coumlaud.dan menjadi kebanggaan semuanya serta mendapat peluang untuk melanjutkan S2.

Bersambung........ !!!!!



Jumat, 04 Oktober 2013

Hati yang Menyesal

Sontak seketika di saat mendengar nama itu. tiba-tiba hati ini mulai bergetar kencang. meronta-ronta untuk bisa merasakan hal ini. seakan dia mau keluar dari dalam tubuh ini. getaran itu seakan semakin kuat dan semakin kencang. tubuh ini mulai lemah untuk mengendalikannya. seketika sang tubuh ini terjatuh tanpa menyadari dirinya lagi. namun getaran itu masih terasa. walaupun tidak sekuat sebelumnya goncangan itu. perlahan mulai normal kembali. nama itu mulai sedikit bisa di ucapkan dan di rasakan. hati ni pun sadar terhadap apa yang telah dilakukan terhadap tubuhnya. dia menyesal karena telah melukai tubuhnya sendiri. sadar dengan kesalahan yang telah dia buat, hati pun menangis, mengalirkan airmata keikhlasan di pipinya. dia juga berdoa " ya Tuhanku...kuatkanlah tubuh hambamu yang lemah ini, berikan dia kekuatan untuk tetap berdiri dan mampu berjalan kembali dari segala terpaan badai ini, kuatkanlah ia kembali untuk bisa mencapai cita-citanya"....
Tak lama berselang, sang tubuh pun siuman. dia mencoba untuk bangkit walaupun masih merasakan sakit dan perih. sang tubuh mulai mencoba untuk merangkak sedikit demi sedikit. mulai mengumpulkan sisa-sisa kekuatan yang masih di milikinya. dengan begitu hati-hati dia berjalan perlahan-lahan. menelusuri gang-gang bersalju ini. menelurusi setiap tapak demi tapak yang dia lewati. hati hanya bisa memandang  dan meminta maaf terhadap apa yang telah dia perbuat. dia menyesal dengan kejadian ini. dia mulai berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. dia sadar terhadap kesetiaan tubuh yang selalu menemaninya. menerima setiap kepedihan dan keperihanya dan mau menampung beban yang di alami hati. dia sadar dengan pengorbanan tubuh selama ini yang mau menerima hati dengan segala kondisi dan situasi yang di alaminya tanpa melikit sebesar apa beban yang ada di dalamnya. 

Senin, 09 September 2013

Sang Selendang

Sehelai selendang itu kekbali terbang. terbang mengikuti arah angin. aku pun hanya bisa menatap dan berharap untuk bisa kembali mengenggam selendang itu. aku tidak mungkin mengerjar lagi. karena angin begitu kencang berhembus menerbangkan selendang indah itu. aku sudah berusaha untuk mengejarnya, namun aku tak mampu. aku pun melepaskan selendang itu terbang mengiringi arah angin yang menerbangkannya.  aku hanya bisa menatap dan terus menatap. hati kecil pun mulai memberontak, mengajak aku untuk mengejar sampai menemukan sang selendang kembali. aku pun berkata " aku sanggup untuk mengejarnya sampai ke belahan dunia lain, namun aku tak sanggup untuk menatap jika selendang itu jatuh ketangan orang lain, maka ku biarkan dia terbang bersama angin. seandainya selendang itu benar-benar milik ku, maka Tuhan senantiasa akan mengarahkan selendang itu untuk jatuh ke tangan aku. biarkan dia terbang sementara sehingga angin mereda dan menjatuhkan selendang itu kembali". namun sang hati pun mulai mengerti semua penjelasan ku itu. dia mulai sadar jika semua itu ketentuan-NYA. aku pun hanya dian dan terus berdoa. 

Kini hari-hari ku lewati dengan sang hati. dia sentiasa menemaniku dalam segalan kondisi. terkadang hati ini masih sangat merindukan selendang itu. begitu banyak kenangan yang terukir dengan sang selendang. terkadang hati menangis walaupun aku tak mengetahuinya. namun aku sadar dengan kondisi ini. kerinduan yang terbesar pun terkadang muncul tiba-tiba. aku hanya bisa menahan dan menghapun air mata hati yang terus terburai dan membasahi rongga jantung. dan sesekali air mata hati itu bercampur dengan darah yang mengalir ke seluruh badan. aku hanya bisa menenangkan semua itu. aku berharap semua ini bisa menjadi pelajaran yang berharga. aku tau begitu sayang dengan selendang itu. tapi aku tidak mau sang selendang tersakiti dengan goncangan angin yang begitu kuat. aku takut dia tersobek karena hempasan sang angin yang begitu kencang. aku biarkan dia terlepas dengan ketenangan dan kenyamanan yang dia inginkan. berharap suatu saat nanti aku bisa mendapatkannya kembali. aku tau mana yang terbaik yang harus aku jalani. 


Selamat jalan sang selendang. engkau yang masih kurindukan dan ku inginkan. kini kita sudah terpisah dan ku harap kau baik-baik di sana. doa ku kan selalu ada untukmu. mungkin suatu saat nanti kau pun akan tau kenapa aku melepaskanmu. dan ku berharap kau bisa mengerti tentang ini semua. jangan pernah salahkan angin yang begitu kencang menghembus mu dari ku. dan jangan salahkan genggamanmu ke aku yang tidak erat memegangmu. ini mungkin jalan terbaik yang mungkin akan ada saat yang lebih baik. senantiasa engkau dalam lindungan-NYA.





       

Senin, 07 Januari 2013

merintis keinginan..

semua ada jalan. semua memilki kekuatan. sejalan dengan pikiran dan kondisi yang kita jalani. memang sulit ketika itu yang harus di lakukan. namun yang menjadi jalan jalan yang di lalui bukan lah hal yang mudah. sesuai dengan apa yang di inginkan semua rintangan yang akan di hadapi yang dalam posisi siaga.
bukan berarti sulit yang akan di lalui. semua itu bisa di lalui . memang itu bukan hal mudah. namun tidak ada yang tidak mungkin dalam sebuah keinginan yang akan di inginkan...

Rabu, 12 Desember 2012

menembus hujan

Riuh hujan terus menggetarkan bumi. menetes di setiap sela ruang. menembuh setiap celah kecil, dan merembes ke segala arah. tetesan itu terus membasahiku. namun ku tetap berjalan menembus serangan hujan. langkah ku tak kan terhenti. menembus apa yang menghalangi ku sehingga aq sampai kemana aq mau. tak kuhirau kan. namun kaki ku terhenti akan sebuah suara yang memanggil ku, " woiii, ujannn niii, cepat balik, ntar basah" suara itu meneriakiku. namun aq hanya menjawab " mang udah basah ni, jadi sekalian basah semua" . hanya terdengar sahutan lagi " ya dah hati-hati tu" . tanpa menjawab lagi aq pun bergegas. 

memang sih ujannya desar x, namun aq tak menghiraukan, karena aq mau cpat2 menemui  bidadari kecil ku. aq memang berjalan pelan, dengan kecepatan di bawah 60 spidometer kereta. namun tiba-tiba " duuuueemmm ttraammmmnn  kkkreeetttt....... suara yang memecah keheningan manusia diantara ujan. langkahku terhenti seketika. aq menoleh ke asal suara itu. aq terkejut dengan adegan itu. kereta supra merah itu tergeletak di badan jalan. sepasang tubuh manusia terhempas di atas aspal pekat itu. ceceran darah pun menyatu dengan derarnya ujan. ku coba berhenti seketika, aq berlari menuju tubuh yang tak berdaya itu. aq mencoba membangunkannya di antara tetesan ujan. orang -orang di sekeliling itu pun berhamburan menembus hujan untuk membangunkan tubuh yang tergeletak di tengah ganasnya hujan. 

bersambung......