Jumat, 04 Oktober 2013

Hati yang Menyesal

Sontak seketika di saat mendengar nama itu. tiba-tiba hati ini mulai bergetar kencang. meronta-ronta untuk bisa merasakan hal ini. seakan dia mau keluar dari dalam tubuh ini. getaran itu seakan semakin kuat dan semakin kencang. tubuh ini mulai lemah untuk mengendalikannya. seketika sang tubuh ini terjatuh tanpa menyadari dirinya lagi. namun getaran itu masih terasa. walaupun tidak sekuat sebelumnya goncangan itu. perlahan mulai normal kembali. nama itu mulai sedikit bisa di ucapkan dan di rasakan. hati ni pun sadar terhadap apa yang telah dilakukan terhadap tubuhnya. dia menyesal karena telah melukai tubuhnya sendiri. sadar dengan kesalahan yang telah dia buat, hati pun menangis, mengalirkan airmata keikhlasan di pipinya. dia juga berdoa " ya Tuhanku...kuatkanlah tubuh hambamu yang lemah ini, berikan dia kekuatan untuk tetap berdiri dan mampu berjalan kembali dari segala terpaan badai ini, kuatkanlah ia kembali untuk bisa mencapai cita-citanya"....
Tak lama berselang, sang tubuh pun siuman. dia mencoba untuk bangkit walaupun masih merasakan sakit dan perih. sang tubuh mulai mencoba untuk merangkak sedikit demi sedikit. mulai mengumpulkan sisa-sisa kekuatan yang masih di milikinya. dengan begitu hati-hati dia berjalan perlahan-lahan. menelusuri gang-gang bersalju ini. menelurusi setiap tapak demi tapak yang dia lewati. hati hanya bisa memandang  dan meminta maaf terhadap apa yang telah dia perbuat. dia menyesal dengan kejadian ini. dia mulai berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. dia sadar terhadap kesetiaan tubuh yang selalu menemaninya. menerima setiap kepedihan dan keperihanya dan mau menampung beban yang di alami hati. dia sadar dengan pengorbanan tubuh selama ini yang mau menerima hati dengan segala kondisi dan situasi yang di alaminya tanpa melikit sebesar apa beban yang ada di dalamnya.