Rabu, 12 Desember 2012

menembus hujan

Riuh hujan terus menggetarkan bumi. menetes di setiap sela ruang. menembuh setiap celah kecil, dan merembes ke segala arah. tetesan itu terus membasahiku. namun ku tetap berjalan menembus serangan hujan. langkah ku tak kan terhenti. menembus apa yang menghalangi ku sehingga aq sampai kemana aq mau. tak kuhirau kan. namun kaki ku terhenti akan sebuah suara yang memanggil ku, " woiii, ujannn niii, cepat balik, ntar basah" suara itu meneriakiku. namun aq hanya menjawab " mang udah basah ni, jadi sekalian basah semua" . hanya terdengar sahutan lagi " ya dah hati-hati tu" . tanpa menjawab lagi aq pun bergegas. 

memang sih ujannya desar x, namun aq tak menghiraukan, karena aq mau cpat2 menemui  bidadari kecil ku. aq memang berjalan pelan, dengan kecepatan di bawah 60 spidometer kereta. namun tiba-tiba " duuuueemmm ttraammmmnn  kkkreeetttt....... suara yang memecah keheningan manusia diantara ujan. langkahku terhenti seketika. aq menoleh ke asal suara itu. aq terkejut dengan adegan itu. kereta supra merah itu tergeletak di badan jalan. sepasang tubuh manusia terhempas di atas aspal pekat itu. ceceran darah pun menyatu dengan derarnya ujan. ku coba berhenti seketika, aq berlari menuju tubuh yang tak berdaya itu. aq mencoba membangunkannya di antara tetesan ujan. orang -orang di sekeliling itu pun berhamburan menembus hujan untuk membangunkan tubuh yang tergeletak di tengah ganasnya hujan. 

bersambung......