Rabu, 05 November 2014

perjuangan itu ada hasilnya looohhh...!!!! Part 1

Perjuangan itu bukanlah hal yang mudah, namun perjuangan itu bisa menghasilkan sebuah kekaguman dan inspirasi dari orang lain. Itulah yang dirasakan oleh seorang pemuda yang berasal dari wilayah pesisir pantai ini. dia hanya seorang anak nelayan yang hidupnya pas-pasan, namun terkadang serba kekurangan. tapi dia punya cita-cita yang besar dan mulia. dia memang anak seorang nelayan, tapi dia bercita-cita untuk menjadi anggota dewan untuk memberi perubahan dan kemajuan dalam negerinya sendiri. dia bernama Mustafa tapi orang sering memanggilnya dengan panggilan Mus. Orang tuannya menganggap cita-citanya itu hanyalah sebuah cerita dongeng yang tidak akan bisa terwujud. tapi sikap pesimis kedua orang tuanya itu dibalas oleh dia dengan sikap yang optimis yang besar. dia bukan hanya memiliki sikap yang optimis dengan cita-citanya itu saja, tapi dia juga menunjukkan dengan usaha dan juga ilmu yang dia pelajari. dia mulai bersekolah di kampungnya walaupun di sekolah yang serba kekurangan. di sekolahnya  hanya ada tiga ruang belajar.di pagi hari sekolah itu khusus belajar dari kelas 1 sampai kelas 3 sedangkan untuk murid kelas 4 sampai 6 mereka belajar pada siang hari. kondisi yang demikian tidak menyurutkan langkah mus untuk mengejar cita-citanya itu. dia memiliki prinsip untuk terus mengejar cita-cita dengan semangat, tanpa putus asa, tanpa henti serta berserah diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. seiring berjalannya waktu, dia terus berkembang menjadi pemuda yang mempunyai kemampuan yang cerdas dan pengetahuan yang luas sehingga dia dianggap orang yang mampu memberikan perubahan di negerinya. setelah menamatkan sekolah Menengah Atas ( SMA ) di kecamatan dia tinggal yang menjadi satu-satunya sekolah yang di unggulkan di daerah dia tinggal. mus terus tumbuh menjadi pemuda harapan masyarakatnya. dia  melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di provinsi dia tinggal. awalnnya dia mendapat rintangan dari keluargannya. karena orang tuannya tidak menginginkan mus untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinngi. alasan orang tuannya hanya satu, yaitu tidak ada biaya untuk pendidikan mus di perguruan tinngi. suatu hari bapak mus berkata kepada mus. " Mus, untuk apa kamu sekolah tinggi kali, kita orang susah nak, untuk makan saja kita serba terbatas, mau dapat biaya dari mana kamu kuliah nanti?" kata bapaknya dengan suara yang sangat lembut. " tenang pak, mus tau kita orang susah, tapi mus punya cita-cita pak, mus ingin ada orang kita yang duduk di parlemen pak,, mus ingin orang kita di hargai oleh orang lain. bukan berarti orang susah macam kita semua dianggap orang bodoh. mus ingin buktikan itu pak, bahwa orang kita bukan orang bodoh. untuk biaya kuliah bapak tenang saja, Allah punya berbagai cara utnuk hamba-Nya seperti kita ini. dengan usaha dan doa, pasti ada jalan". jawab mud kepada bapakknya dengan suara yang tegas tapi tetap sopan. ayah mus hanya manggut-manggut saja karena ayah mus menyerahkan semuanya kepada mus, hanya doa yang bapak bisa berikan kepada mus.

seiring berjalannya waktu, mus pun terus tumbuh sebagai pemuda yang terus berkembang baik dalam wawasan maupun dalan kegiatan yang dia lakukan. awalnya dia mendapat kesulitan yang sangat besar dalam perkuliahannya. dia belum tau bagaimana perkembangan teknologi yang ada. bahkan untuk handpone pun dia belum ada. namun karena kecakapan ilmu dan juga pergaulan yang sangat luas dia bisa menghadapi semua ini. dia bukanlah orang yang pilih -pilih dalam berteman. semua orang yang ingin berteman dengan dia semua di terima, sehingga dia mendapatkan banyak teman bergaul baik dalam kalangan atas maupun kalangan bawah. tapi dia lebih akrab dengan teman - teman dari kalangan ekonomi dari menegah ke bawah karena dia menganggap bahwa dia dari kalangan bawah.

pada tahun pertama dan kedua mus menjalani kuliannya dengan lancar walaupun ada kendala dan rintangan yang tidak berarti. namun memasuki akhir dari kuliahnya dia mendapat tantangan yang besar. dia harus menerima kenyataan bahwa ayahnya harus berpisah untuk selamanya di dunia ini. pukulan berat itu harus di terima. kesedihan mendalam karena dia ingin membanggakan ayahnay dan menunjukkan bahwa mereka dari yakyat kecil bisa untuk memakai baju toga. kini dia harus berfikir ektra karena kebutuhan keluarga juga harus bisa dia penuhi terutama kebutuhan pendidikan untuk kedua adiknya. aawalnya mus ingin menyerah disitu saja namun sebelum ayahnya meninggal, beliau pernah berpesan kepada mus." nak, jika engkau benar-benar ingin menggapai cita-cita dan harapan yang mulia, maka jangan pernah engkau mundur selangkahlah pun kebelakang, karena jika engkau mundur, maka engkau akan terjatuh dan susah untuk bangun kembali, namun jika engkau terus maju kedepan, sesakit apapun engkau jatuh, kamu akan tetap mampu untuk bangun kembali walaupun berat". hanya karena pesan itulah mus bangkit untuk terus mengejar cita-citanya.

setelah melewati masa-masa sulit itu, dia mendapat hikmah dengan segala kemudahan yang didapatkannya. mus mendapatkan beasiswa dari kampus dan dari pemerintah untuk bisa menyelesaian tugas akhirnya. tidak berselang lama, mus bisa memakai baju toga kebanggaan setiap mahasiswa. namun sebelum di berangkat kekampus untuk prosen wisuda di kampus, dia menyempatkan diri ke makam ayahnya untuk membaca yasin dan berdoa. di makam ayahnya, mus hanya berkata" ayah, hari ini aku bisa memakai baju toga, walaupun engkau tidak bisa hadir, aku bisa merasakan engkau juga menikmati kebahagiaan ini". mus pun pulang kerumahnya dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.

namun sesampai di tempat wisuda, tanpa di ketahui bahwa mus mendapat predikat mahasiswa coumlaud.dan menjadi kebanggaan semuanya serta mendapat peluang untuk melanjutkan S2.

Bersambung........ !!!!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar